Makanan Manis Bisa Bikin Kita Lapar Terus, Lho. Apa Sebabnya?

Makanan manis dan minuman lezat di lidah. Sayangnya, sebagian besar makanan dan minuman manis dapat berdampak negatif pada skala berat Anda. Bukan hanya karena tinggi kalori, ternyata makanan dan minuman manis akan membuat Anda lapar dan akhirnya makan lagi. Wow, apa penyebabnya, ya? Lihat jawabannya di bawah ini!

Mengapa makanan dan minuman manis tetap lapar?
Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang ahli gizi dan Profesor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS juga angkat bicara. “Ternyata ketika kita makan (makanan dan minuman yang mengandung) gula, tubuh akan menekan hormon leptin. Ketika hormon leptin ditekan, itu benar-benar menghentikan kenyang di tubuh kita. Sehingga rasanya seperti kita lapar,” kata Prof. Ali Khomsan saat ditemui di Fairmont Hotel Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Leptin adalah hormon dalam darah yang akan melakukan perjalanan ke otak. Tugasnya adalah memberi tahu otak bahwa tubuh telah mendapat cukup nutrisi dan energi. Dengan kata lain, fungsi leptin mengirim sinyal ke otak yang Anda penuhi.

Itu sebabnya setelah makan makanan manis, Anda akan merasa lapar lagi. Lebih lanjut, Prof. Ali Khomsan juga mengatakan bahwa inilah yang membuat orang menjadi lebih ngemil. “Ini karena perut kita sepertinya tidak memiliki rem yang mengatakan bahwa kita sudah cukup kenyang,” kata Prof Ali Khomsan.

Jika ini terus terjadi, yaitu ngemil dan makan tanpa henti, risiko kegemukan atau obesitas bisa menghantui siapa pun. Obesitas sendiri adalah pencetus berbagai penyakit kronis. Mulai dari diabetes, penyakit jantung, sampai stroke.

Bukan berarti Anda tidak bisa makan manis sama sekali
Makanan manis dan minuman harus dibatasi. Apalagi jika Anda sedang merawat atau ingin menurunkan berat badan. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula sama sekali. Hati-hati, menghindari gula benar-benar dapat membuat Anda mengidam makanan manis sehingga lebih sulit mengendalikan nafsu makan Anda.

Bakmi Ayam Legendaris

Sebenarnya kuncinya ada pada pedoman gizi seimbang. Makanan manis dan minuman mungkin masih dikonsumsi, tetapi secara alami. Menurut Departemen Kesehatan Indonesia, Anda tidak boleh mengonsumsi gula (dari berbagai sumber) lebih dari 50 gram sehari. Ini setara dengan 4 sendok makan per hari.

Ingat, batas konsumsi ini tidak hanya berlaku untuk gula. Anda juga perlu menghitung semua produk makanan yang ditambahkan ke gula. Misalnya madu, sirup, camilan manis dalam kemasan, kue, hingga masakan sehari-hari.

Jadi selama Anda dapat mengontrol asupan gula, makanan manis dan minuman tidak perlu menjadi musuh bebuyutan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *